[I0119153] [Satrio Kiat Widodo] Penulis Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret UNS
A. Latar Belakang
Industri kreatif merupakan salah satu faktor yang menjadi penggerak perekonomian nasional. Industri kreatif Indonesia semakin berkembang dan diminati pasar global. Di Indonesia, industri kreatif dibagi menjadi 15 subsektor, diantaranya: mode, kerajinan, kuliner, musik, radio & televisi, kerajinan, teknologi informasi, seni pertunjukan, seni rupa, riset & pengembangan, arsitektur, desain, penerbitan & percetakan, periklanan, dan permainan interaktif. berdasarkan data kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif, industri kuliner, fashion dan kerajinan memiliki kontribusi besar pada Produk Domestik Bruto (PDB) nasional Indonesia
Berkembangnya industri kreatif di Indonesia yang mana salah satunya terletak pada sektor kuliner. Industri kuliner merupakan salah satu industri yang berkontibusi besar pada PDB nasional Indonesia. Industri kuliner yang berbasis usaha kecil menengah (UKM) menjadi salah satu usaha yang banyak diminati oleh semua kalangan, terutama masyarakat menengah kebawah. Menurut Partomo (2004) usaha kecil menengah (UKM) merupakan salah satu yang memiliki peranan penting dalam 2 pembangunan ekonomi di Indonesia.
Industri kreatif merupakan salah satu faktor yang menjadi penggerak perekonomian nasional. Industri kreatif Indonesia semakin berkembang dan diminati pasar global. Di Indonesia, industri kreatif dibagi menjadi 15 subsektor, diantaranya: mode, kerajinan, kuliner, musik, radio & televisi, kerajinan, teknologi informasi, seni pertunjukan, seni rupa, riset & pengembangan, arsitektur, desain, penerbitan & percetakan, periklanan, dan permainan interaktif. berdasarkan data kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif, industri kuliner, fashion dan kerajinan memiliki kontribusi besar pada Produk Domestik Bruto (PDB) nasional Indonesia
Berkembangnya industri kreatif di Indonesia yang mana salah satunya terletak pada sektor kuliner. Industri kuliner merupakan salah satu industri yang berkontibusi besar pada PDB nasional Indonesia. Industri kuliner yang berbasis usaha kecil menengah (UKM) menjadi salah satu usaha yang banyak diminati oleh semua kalangan, terutama masyarakat menengah kebawah. Menurut Partomo (2004) usaha kecil menengah (UKM) merupakan salah satu yang memiliki peranan penting dalam 2 pembangunan ekonomi di Indonesia.
B. Tujuan Artikel
Salah satu alasan dari pengembangan industri kreatif adalah adanya dampak positif yang akan berpengaruh pada kehidupan sosial, iklim bisnis, peningkatan ekonomi, dan juga berdampak para citra suatu kawasan tersebut. Dalam konteks pengembangan ekonomi kreatif pada kota-kota di Indonesia, industri kreatif lebih berpotensi untuk berkembang pada kota-kota besar atau kota-kota yang telah "dikenal". Hal ini terkait dengan ketersediaan sumber daya manusia yang handal dan juga tersedianya jaringan pemasaran yang lebih baik dibanding kota-kota kecil. Namun demikian, hal itu tidak menutup kemungkinan kota-kota kecil di Indonesia untuk mengembangkan ekonomi kreatif.
C. Pembahasan
UNS -- Dosen sekaligus pelaku industri kreatif dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Ahmad Adib, Ph. D bicara tentang tren dan peluang industri kreatif di tahun 2020. Dekan pertama Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) UNS dan Dewan Penasehat Solo Creative City Network (SCCN) tersebut menyatakan sejumlah subsektor baru dan subsektor yang sudah dikembangkan pada tahun-tahun sebelumnya masih memiliki potensi besar untuk berkembang di tahun ini.
"Di Indonesia ini ada 16 subsektor industri kreatif yang sudah dipetakan sejak Ibu Mari Elka Pangestu (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2011-2014) hingga tahun 2025 mendatang. Dulu sebenarnya hanya ada 15 subsektor, namun sekarang bertambah 1 menjadi 16," ujar Ahmad Adib kepada uns.ac.id.
Ahmad Adib yang juga Ketua Yayasan Jenang Indonesia (YJI) dan Yayasan Dolanan Anak Indonesia (YaDo'A) tersebut mengungkapkan bahwa subsektor industri kreatif yang masih berpeluang untuk berkembang adalah subsektor yang berkaitan dengan dunia digital.
"Sebenarnya 5 tahun yang lalu dan sampai sekarang masih akan tren adalah yang berkaitan dengan digital, startup, dengan media-media yang terkait animasi, pembuatan film, dan musik. Makanya yang sedang tren sekarang adalah sekolah-sekolah Desain Komunikasi Visual (DKV) yang jumlahnya lebih dari 100 Program Studi (Prodi)," tambahnya.
Sedangkan untuk subsektor baru yang memiliki peluang besar di tahun 2020 adalah bidang kuliner. Besarnya potensi kuliner tersebut diprediksi akan menjadi daya tarik bagi banyak pihak, mulai dari pelaku kuliner lama hingga generasi milenial.
Dengan besarnya perhatian dan peluang yang ada, Ahmad Adib berpesan kepada generasi milenial, khususnya kaum mahasiswa, yang ingin terjun ke dalam dunia industri kreatif dan entrepreneurship agar terus banyak belajar untuk menerapkan kemampuan softskill dan managerial. Hal tersebut dimaksudkan agar saat menghadapi persaingan di dalam dunia industri, generasi muda sudah membekali dirinya dengan kemampuan, strategi, dan mental yang matang.
"Karena industri kreatif itu berdasar sesuatu yang tidak mainstream, sesuatu yang baru, dan yang berbasis kemampuan diri. Suatu usaha kalau tidak punya uang, bisa menggunakan kemampuan fisik dan softskill. Jadi, industri kreatif adalah industri yang bisa keluar dari keterbatasan, keluar dari kebiasaan dan tidak ikut-ikutan dengan menciptakan hal-hal yang baru," pungkasnya. Humas UNS/Yefta
D. Kesimpulan
Bisnis Industri Kreatif tidaklah susah hanya dengan berpikir kreatif, industri kreatif bisa diangun tidak dengan modal yang tinggi cukup dengan modal IT dan modal berpikir kreatif
Bisnis Industri Kreatif tidaklah susah hanya dengan berpikir kreatif, industri kreatif bisa diangun tidak dengan modal yang tinggi cukup dengan modal IT dan modal berpikir kreatif
Tidak ada komentar:
Posting Komentar